22 Juni 2014

Tiga Peristiwa Terbesar di Bulan Ramadhan (1): Perang Badar Al-Kubra

Bulan Ramadhan merupakan bulan termulia dalam Islam. Segala macam ibadah dilipatgandakan pahalanya. Seringkali bulan ini disebut bulan ibadah. Selain dikenal dengan bulan ibadah, ternyata bulan ini juga merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam. Banyak persitiwa-peristiwa besar dalam sejarah Islam terjadi pada bulan ini. Tidak terkecuali beberapa peperagan.



Perang Badar

Perang Badar merupakan perang besar pertama yang terjadi antara orang-orang yang beriman dengan orang-orang kafir, yang ingkar kepada Allah dan Nabi-Nya. Tidak ada satu pun orang munafik yang turut serta dalam perang ini, sampai-sampai Nabi memberi jaminan surga terhadap setiap sahabat yang wafat di Perang Badar.

Peperangan ini tidak pernah terkira oleh umat Muslim sebelumnya. Pada saat itu, Nabi beserta para sahabatnya hanya ingin  mencegat kafilah dagang Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan dengan harta 1000 ekor onta yang disesaki harta senilai 50.000 dinar emas. Namun ternyata berita pencegatan ini sampai ke telinga pembesar-pembesar Quraisy di Mekah. Mereka pun keluar dengan kekuatan besar menghadapi pasukan muslim. Sekitar 1300 pasukan kaum kafir Qurays langsung berhadapan dengan paskan muslim yang hanya berjumlah 314 orang. Rasulullah sempat merasa khawatir akan hal ini. Beliau juga mengkhawatirkan akan kesetiaan masyarakata madinah. Sehingga beliau belum memulai melanjutkan langkahnya dan masih menunggu reaksi pasukan Madinah.

Hingga akhirnya salah seorang Anshar, al-Miqdad bin ‘Amr berkata, “Wahai Rasulullah, majulah terus sesuai apa yang diperintahkan Allah kepada anda. Kami akan bersama Anda. Demi Allah, kami tidak akan mengatakan sebagaimana perkataan Bani Israil kepada Musa: ‘Pergi saja kamu, wahai Musa bersama Rab-mu (Allah) berperanglah kalian berdua, biar kami duduk menanti di sini saja.’ Tetapi pegilah Anda bersama Rab Anda (Allah), lalu berperanglah kalian berdua, dan kami akan ikut berperang bersama kalian berdua. Demi Dzat Yang mengutusmu dengan kebenaran, andai Anda pergi membawa kami ke dasar sumur yang gelap, kami pun siap bertempur bersama Anda hingga Anda bisa mencapai tempat itu.”

Pada malam itu, tanggal 17 Ramadhan 2H, Rasulullah terus meanjatkan doa untuk pertempuran esok hari. Beliau mendoakan dan menyebutkan satu per satu nama-nama tokoh kafir Quraisy agar dibinaskan di pertempuran esok hari. Benar saja, tidak satu pun nama yang beliau sebutkan yang selamat di perang Badar.

Keesokan harinya berkecamuklah peperangan terbesar pertama bagi umat Islam. Tombak dan Pedang beradu memenuhi medan Badar. Dengan jumlah yang jauh lebih sedikit, pasukan Islam sempat terdesak dan berpotensi mengalami kekalahan. Bahkan Rasul sendiri pun sempat khawatir dan terus berdoa pada Allah. Akhirnya, Allah turunkan bala bantuan. Para malaikat turun membantu pasukan muslim. Para malaikat itu dipimpin oleh malaikat jibril. Allah pun memenangkan pembela-pembela agamanya. Jika Allah sudah menurunkan pertolongannya, tak ada satupun makhluk yang bisa mengelak. Tewaslah semua pembesar-pembesar Quraisy yang turut serta dalam peperangan. Yang tersisa hanyalah duka yang mendalam dan mental yang jatuh di kalangan orang-orang kafir Mekah.

--------------------- Bacaan Bermakna