Bulan Ramadhan
merupakan bulan termulia dalam Islam. Segala macam ibadah dilipatgandakan
pahalanya. Seringkali bulan ini disebut bulan ibadah. Selain dikenal dengan
bulan ibadah, ternyata bulan ini juga merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam.
Banyak persitiwa-peristiwa besar dalam sejarah Islam terjadi pada bulan ini. Tidak
terkecuali beberapa peperagan.
Keesokan harinya berkecamuklah peperangan terbesar
pertama bagi umat Islam. Tombak dan Pedang beradu memenuhi medan Badar. Dengan jumlah
yang jauh lebih sedikit, pasukan Islam sempat terdesak dan berpotensi mengalami
kekalahan. Bahkan Rasul sendiri pun sempat khawatir dan terus berdoa pada
Allah. Akhirnya, Allah turunkan bala bantuan. Para malaikat turun membantu
pasukan muslim. Para malaikat itu dipimpin oleh malaikat jibril. Allah pun
memenangkan pembela-pembela agamanya. Jika Allah sudah menurunkan
pertolongannya, tak ada satupun makhluk yang bisa mengelak. Tewaslah semua pembesar-pembesar
Quraisy yang turut serta dalam peperangan. Yang tersisa hanyalah duka yang mendalam
dan mental yang jatuh di kalangan orang-orang kafir Mekah.
Perang Badar
Perang Badar
merupakan perang besar pertama yang terjadi antara orang-orang yang beriman
dengan orang-orang kafir, yang ingkar kepada Allah dan Nabi-Nya. Tidak ada satu
pun orang munafik yang turut serta dalam perang ini, sampai-sampai Nabi memberi
jaminan surga terhadap setiap sahabat yang wafat di Perang Badar.
Peperangan ini
tidak pernah terkira oleh umat Muslim sebelumnya. Pada saat itu, Nabi beserta
para sahabatnya hanya ingin mencegat
kafilah dagang Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan dengan harta 1000 ekor
onta yang disesaki harta senilai 50.000 dinar emas. Namun ternyata berita pencegatan
ini sampai ke telinga pembesar-pembesar Quraisy di Mekah. Mereka pun keluar
dengan kekuatan besar menghadapi pasukan muslim. Sekitar 1300 pasukan kaum
kafir Qurays langsung berhadapan dengan paskan muslim yang hanya berjumlah 314
orang. Rasulullah sempat merasa khawatir akan hal ini. Beliau juga mengkhawatirkan
akan kesetiaan masyarakata madinah. Sehingga beliau belum memulai melanjutkan
langkahnya dan masih menunggu reaksi pasukan Madinah.
Hingga akhirnya salah
seorang Anshar, al-Miqdad bin ‘Amr berkata, “Wahai Rasulullah, majulah terus
sesuai apa yang diperintahkan Allah kepada anda. Kami akan bersama Anda. Demi
Allah, kami tidak akan mengatakan sebagaimana perkataan Bani Israil kepada
Musa: ‘Pergi saja kamu, wahai Musa bersama Rab-mu (Allah) berperanglah kalian
berdua, biar kami duduk menanti di sini saja.’ Tetapi pegilah Anda bersama Rab
Anda (Allah), lalu berperanglah kalian berdua, dan kami akan ikut berperang
bersama kalian berdua. Demi Dzat Yang mengutusmu dengan kebenaran, andai Anda
pergi membawa kami ke dasar sumur yang gelap, kami pun siap bertempur bersama
Anda hingga Anda bisa mencapai tempat itu.”
Pada malam itu,
tanggal 17 Ramadhan 2H, Rasulullah terus meanjatkan doa untuk pertempuran esok
hari. Beliau mendoakan dan menyebutkan satu per satu nama-nama tokoh kafir Quraisy
agar dibinaskan di pertempuran esok hari. Benar saja, tidak satu pun nama yang beliau
sebutkan yang selamat di perang Badar.
--------------------- Bacaan Bermakna