16 Juni 2014

Cinta Seorang Budak Bernama Thouban terhadap Rasulullah SAW

Thouban adalah seorang budak yang dibebaskan oleh Rasulullah SAW. Semenjak dia mengenal Rasul, dia sudah sangat mencintai beliau. Setiap saat, dia selalu menanti untuk dapat melihat Rasulullah SAW.

Pada suatu hari ketika dia belum melihat Rasulullah SAW, wajahnya begitu murung. Ketika Rasul melihatnya, beliau berkata, “Ya Thouban, ada apa? Kenapa hari ini kau terlihat begitu murung?”


Dia berkata: “Ya Rasulullah S.A.W., apakah kau tahu bahwa aku  begitu mencintaimu? Aku perlu melihatmu setiap hari. Ketika aku melihatmu, aku merasa begitu senang. Aku harus melihatmu, kau tidak tahu perasaan hatiku. Ya Rasulullah, aku begitu bahagia karena dapat melihatmu sekarang, tapi ketika aku tidak melihatmu, aku memikirkan kematian dan akhirat. Dan aku berpikir ketika kau diambil oleh Allah SWT dan masuk ke dalam surga, maka kau akan berada di surga yang paling tinggi, bersama para anbiyya, orang-orang yang syahid, dan orang-orang saleh, sedangkan aku tidak dapat melihatmu lagi, karena jika aku masuk surga, maka aku akan berada di surga tingkat rendah, bahkan kemungkinan aku tidak akan masuk surga. Dan jika itu yang terjadi, aku tidak akan bisa melihatmu lagi!”

Tepat saat dia selesai berkata demikian, malaikat Jibril turun ke bumi dan mewahyukan ayat: “Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (Q.S. An-Nisaa:69)


Seketika Thouban kembali tersenyum. Dan dia seringkali memberitahu orang-orang bahwa ayat tersebut diwahyukan karena dirinya. Dan itu berawal dari rasa cintanya yang begitu meluap-luap terhadap Rasul. Ketika dia berpikir tak akan pernah melihatnya lagi, tiba-tiba Jibril turun dengan sebuah ayat untuk memberitahukan bahwa tiada kekhawatiran baginya jika ingin bersama dengan Rasulullah SAW di akhirat, yang harus kita lakukan hanyalah menuruti sabdanya dan menjauhi segala yang dilarangnya.


--------------------- Bacaan Bermakna