Dahulu kala, seorang pemuda
bernama Syahdan bekerja sebagai penjual pakaian keliling. Dia berjualan dengan
sistem door-to-door, yaitu
berkeliling dan menawarkannya ke setiap rumah yang dilewatinya. Selain ulet
dalam bekerja, Syahdan dikaruniai oleh Allah wajah yang rupawan dan tubuh yang
gagah dan atletis. Tak sedikit dari kaum hawa yang ingin menjadi pendamping
hidupnya.
Suatu hari, ketika sang pemuda
tampan itu menjajakkan barang dagangannya dari rumah ke rumah, tiba-tiba dia
dipanggil oleh seorang wanita yang bersuara sangat lembut. Syahdan pun
mendatanginya, mengharap si wanita itu membeli barang dagangannya. Ketika
Syahdan sampai di depan rumah wanita tersebut, rupa-rupanya wanita tersebut malah
menyuruhnya masuk rumah terlebih dahulu. Dia jatuh hati pada Syahdan.
“Aku memanggilmu kemari bukan
untuk membeli daganganmu, tapi karena aku tergila-gila kepadamu. Saat ini tidak
ada siapapun di rumah, kecuali kita berdua.” Wanita tersebut terus merayu sang
pemuda tampan itu agar mau menuruti nafsu syahwatnya. Syahdan pun tak
henti-hentinya mengingatkan wanita tersebut akan larangan Allah. Namun apalah
daya, wanita tersebut sama sekali tidak mendengarkan peringatan Syahdan, justru
dia semakin nekad.
Melihat Syahdan yang terus
menolak ajakannya, wanita itu mengancam, “Apabila kamu tidak mau menuruti
kemauanku, aku akan berteriak kepada orang-orang, bahwa kamu berusaha menodai
kehormatanku. Pasti mereka percaya kepada omonganku, sebab kamu telah masuk ke
rumahku.”
Dalam menanggapi sikap berlebihan
wanita itu, Syahdan tetap tenang dan berkata. “Apakah aku boleh untuk ke kamar
mandimu untuk membersihkan badanku?” pertanyaan pemuda yang satu itu justru
membuat tuan rumah tersenyum gembira karena merasa keinginannya akan terwujud
segera. Dengan cepat dia menjawab, “Mengapa tidak, duhai kekasih hatiku dan
penyejuk mataku? Ini pengalaman besar dalam hidupku.”
Segera si pemuda rupawan itu
masuk ke kamar mandi, dengan badan yang masih bergetar karena hatinya takut
kalau-kalau dia akan terjerumus ke dalam lembah maksiat. Wanita adalah salah
satu godaan terbesar manusia. Tak ada lelaki yang berudaan dengan wanita
kecuali nomor tiganya adalah setan.
Pemuda itu tak henti-hentinya
meminta petunjuk pada Allah, “Ya Allah, apa yang harus hamba lakukan saat ini?
Berilah hamba petunjuk.” Tiba-tiba muncul sebuah pemikiran dalam benaknya. “Aku
yakin bahwa termasuk hamba yang dinaungi oleh naungan Allah pada saat tidak ada
naungan kecuali naungan-Nya adalah pemuda yang diajak berbuat mesum oleh wanita
yang menawan rupawan, namun dia menjawab, ‘Aku takut kepada Allah.’ Aku juga
tahu, bahwa orang yang menjauhi sesuatu karena Allah, dia akan diberi pengganti
yang lebih baik dari itu. Betapa banyak orang yang menuruti hawa nafsunya menyesal
sampai akhir hayatnya. Apabila aku melakukan perbuatan lacur bersama wanita
ini, maka Allah menyimakan cahaya dan nikmat dari hatiku. Tidak. Tidak. Aku
tidak akan menuruti nafsu birahi wanita ini, tetapi apa yang bisa aku perbuat?
Apakah aku akan meloncat dari jendela? Hal ini mustahil karena jendela itu
terkunci dengan rapat dan sulit untuk membukanya. Tidak ada jalan lain. Aku
harus melumuri badanku degan kotoran. Jika dia melihatku dalam keadaan seperti
itu, tentu dia akan mengusirku dari rumahnya.”
Akhirnya pemuda sholeh itu
melaksanakan rencanaya itu. Dia mulai melumuri badannya dengan tinja sampai dia
hampir muntah. Sembari menangis, dia berbisik, “Tuhan, aku berbuat ini hanya
karena takut kepada-Mu, maka berilah aku pengganti yang lebih baik.”
Setelah dia melumuri seluruh
tubuhnya, dia keluar dari kamar mandi. Ketika wanita yang tergila-gila
kepadanya melihatnya, dia menjerit histeris dan berteriak mengusirnya disertai
dengan kata-kata kasar, “Keluar kau dari rumahku, orang gila!”
Secepat mugkin, pemuda penjual
pakaian itu mengemasi barang dagangannya dan segera meninggalkan wanita
tersebut. Di jalanan sampai ke rumahnya pun, dia ditertawakan oleh orang-orang
yang melihatnya. Sesampainya di rumah, dia mengambil nafas panjang dan langsung
membersihkan badannya.
Kisah pemuda tersebut belum
berakhir. Allah tidak membiarkan wali-Nya begitu saja. Ketika pemuda itu keluar
dari kamar mandi usai membersihkan badannya, Allah mengganti bau busuk kotoran
tadi dengan anugerah yang luar biasa. Dari semenjak itu, tubuh sang pemuda itu
mengeluarkan bau harum bagaikan minyak kasturi. Bau harum itu tercium dari
jarak yang amat jauh. Karena anugerah tersebut, dia terkenal dengan julukan al-miski, si kasturi. Bau tinja pun
berubah menjadi bau semerbak kasturi yang abadi dengan seizing Allah. Ketika
Syahdan meninggal, orang-orang menulisi kuburnya, “Inilah kubur al-miski.”
--------------------- Bacaan Bermakna