03 April 2014

Wangi Kasturi dari Tubuh Seorang Pemuda Sholeh: Syahdan Al-Miski


Dahulu kala, seorang pemuda bernama Syahdan bekerja sebagai penjual pakaian keliling. Dia berjualan dengan sistem door-to-door, yaitu berkeliling dan menawarkannya ke setiap rumah yang dilewatinya. Selain ulet dalam bekerja, Syahdan dikaruniai oleh Allah wajah yang rupawan dan tubuh yang gagah dan atletis. Tak sedikit dari kaum hawa yang ingin menjadi pendamping hidupnya.


Suatu hari, ketika sang pemuda tampan itu menjajakkan barang dagangannya dari rumah ke rumah, tiba-tiba dia dipanggil oleh seorang wanita yang bersuara sangat lembut. Syahdan pun mendatanginya, mengharap si wanita itu membeli barang dagangannya. Ketika Syahdan sampai di depan rumah wanita tersebut, rupa-rupanya wanita tersebut malah menyuruhnya masuk rumah terlebih dahulu. Dia jatuh hati pada Syahdan. 


“Aku memanggilmu kemari bukan untuk membeli daganganmu, tapi karena aku tergila-gila kepadamu. Saat ini tidak ada siapapun di rumah, kecuali kita berdua.” Wanita tersebut terus merayu sang pemuda tampan itu agar mau menuruti nafsu syahwatnya. Syahdan pun tak henti-hentinya mengingatkan wanita tersebut akan larangan Allah. Namun apalah daya, wanita tersebut sama sekali tidak mendengarkan peringatan Syahdan, justru dia semakin nekad. 


Melihat Syahdan yang terus menolak ajakannya, wanita itu mengancam, “Apabila kamu tidak mau menuruti kemauanku, aku akan berteriak kepada orang-orang, bahwa kamu berusaha menodai kehormatanku. Pasti mereka percaya kepada omonganku, sebab kamu telah masuk ke rumahku.”


Dalam menanggapi sikap berlebihan wanita itu, Syahdan tetap tenang dan berkata. “Apakah aku boleh untuk ke kamar mandimu untuk membersihkan badanku?” pertanyaan pemuda yang satu itu justru membuat tuan rumah tersenyum gembira karena merasa keinginannya akan terwujud segera. Dengan cepat dia menjawab, “Mengapa tidak, duhai kekasih hatiku dan penyejuk mataku? Ini pengalaman besar dalam hidupku.”


Segera si pemuda rupawan itu masuk ke kamar mandi, dengan badan yang masih bergetar karena hatinya takut kalau-kalau dia akan terjerumus ke dalam lembah maksiat. Wanita adalah salah satu godaan terbesar manusia. Tak ada lelaki yang berudaan dengan wanita kecuali nomor tiganya adalah setan.


Pemuda itu tak henti-hentinya meminta petunjuk pada Allah, “Ya Allah, apa yang harus hamba lakukan saat ini? Berilah hamba petunjuk.” Tiba-tiba muncul sebuah pemikiran dalam benaknya. “Aku yakin bahwa termasuk hamba yang dinaungi oleh naungan Allah pada saat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya adalah pemuda yang diajak berbuat mesum oleh wanita yang menawan rupawan, namun dia menjawab, ‘Aku takut kepada Allah.’ Aku juga tahu, bahwa orang yang menjauhi sesuatu karena Allah, dia akan diberi pengganti yang lebih baik dari itu. Betapa banyak orang yang menuruti hawa nafsunya menyesal sampai akhir hayatnya. Apabila aku melakukan perbuatan lacur bersama wanita ini, maka Allah menyimakan cahaya dan nikmat dari hatiku. Tidak. Tidak. Aku tidak akan menuruti nafsu birahi wanita ini, tetapi apa yang bisa aku perbuat? Apakah aku akan meloncat dari jendela? Hal ini mustahil karena jendela itu terkunci dengan rapat dan sulit untuk membukanya. Tidak ada jalan lain. Aku harus melumuri badanku degan kotoran. Jika dia melihatku dalam keadaan seperti itu, tentu dia akan mengusirku dari rumahnya.”


Akhirnya pemuda sholeh itu melaksanakan rencanaya itu. Dia mulai melumuri badannya dengan tinja sampai dia hampir muntah. Sembari menangis, dia berbisik, “Tuhan, aku berbuat ini hanya karena takut kepada-Mu, maka berilah aku pengganti yang lebih baik.”


Setelah dia melumuri seluruh tubuhnya, dia keluar dari kamar mandi. Ketika wanita yang tergila-gila kepadanya melihatnya, dia menjerit histeris dan berteriak mengusirnya disertai dengan kata-kata kasar, “Keluar kau dari rumahku, orang gila!”


Secepat mugkin, pemuda penjual pakaian itu mengemasi barang dagangannya dan segera meninggalkan wanita tersebut. Di jalanan sampai ke rumahnya pun, dia ditertawakan oleh orang-orang yang melihatnya. Sesampainya di rumah, dia mengambil nafas panjang dan langsung membersihkan badannya.


Kisah pemuda tersebut belum berakhir. Allah tidak membiarkan wali-Nya begitu saja. Ketika pemuda itu keluar dari kamar mandi usai membersihkan badannya, Allah mengganti bau busuk kotoran tadi dengan anugerah yang luar biasa. Dari semenjak itu, tubuh sang pemuda itu mengeluarkan bau harum bagaikan minyak kasturi. Bau harum itu tercium dari jarak yang amat jauh. Karena anugerah tersebut, dia terkenal dengan julukan al-miski, si kasturi. Bau tinja pun berubah menjadi bau semerbak kasturi yang abadi dengan seizing Allah. Ketika Syahdan meninggal, orang-orang menulisi kuburnya, “Inilah kubur al-miski.”




--------------------- Bacaan Bermakna