Al-Mubarid, dalam kitabnya yang
berjudul Al-Kamil, mengisahkan bahwa
Ibnu Al-Azraq menghadap kepada Abdullah ibn Abbas r.a. Mereka pun saling
bertanya jawab. Ibnu Al-Azraq banyak mengajukan pertanyaan kepada sang tuan
rumah, sehingga dia pun tampak bosan dan kelelahan.
Ditengah perbincangan mereka, Umar
ibn Abdullah ibn Rabi’ah juga menghadap Ibnu Abbas. Umar adalah salah seorang
penyair muda yang berbakat. Umar mengucap salam dan ikut bergabung bersama
mereka. Begitu Umat tiba, tuan rumah berkata, “Maukah kamu mendendangkan
sebagian syair karyamu?”
Segera Umar mendendangkan
syairnya dengan senang hati:
“Apakah
engkau meninggalkan keluarga Nu’m di pagi hari
Ataukah
engkau tinggalkan mereka di sore hari?
Keinginan
diri yang tidak dapat diraih
Adalah
diamafkan dan dimaklumi
Jika
itu yang terjadi, maka menjadi penghalang janji
Manusia
kadang-kadang berubah
Matahari
menjauh jika melihat lelaki
Dan
di sore hari lelaki itu akan datang”
Umar terus membaca syair karyanya
sampai berjumlah delapan puluh bait. Setelah Umar selesai membacakan syairnya,
Ibnu Al-Azraq berkata, “Ibnu Abbas, kami menempuh perjalanan jauh dengan
menaiki unta demi menanyakan masalah agama kepada Anda, namun Anda malah
berpaling dan mendengar syair bodoh anak muda Quraisy ini?”
Ibnu Abbas pun menjawab, “Demi
Allah, aku tidak mendengar syair bodoh.”
“Matahari menjauh jika melihat
lelaki. Dan di sore hari lelaki itu akan merugi,” Ibnu A-Azraq mengulangi dua
bait syair karya Umar.
Mendengarnya, Ibnu Abbas pun
berkata, “Tidak demikian syairnya, yang benar adalah demikian:
Matahari
menjauh melihat lelaki
Dan
di sore hari lelaki itu akan tertahan.”
Berkata Ibnu Al-Azraq, “Apakah
Anda hafal syair yang diucapkan Umar ini?”
“Demi Allah, aku baru
mendengarnya kali ini, jika kamu ingin aku akan membacakan semua syairnya
kepadamu.”
“Baiklah, bacakan syair itu
kepadaku,” jawab Ibnu Al-Azraq.
Maka Ibnu Abbas mengulangi
syair-syair yang diucapkan oleh Umar sepenuhnya. Setelah usai, Ibnu Al-Azraq
berkata, “Aku belum pernah melihat orang yang lebih cerdas daripada Anda.”
“Aku belum pernah melihat orang
yang lebih cerdas daripada Umar dan lebih kuat daya ingatannya daripada Ali,”
jawab Ibnu Abbas.
--------------------- Bacaan Bermakna