04 April 2014

Kecerdassan Ibnu Abbas

Al-Mubarid, dalam kitabnya yang berjudul Al-Kamil, mengisahkan bahwa Ibnu Al-Azraq menghadap kepada Abdullah ibn Abbas r.a. Mereka pun saling bertanya jawab. Ibnu Al-Azraq banyak mengajukan pertanyaan kepada sang tuan rumah, sehingga dia pun tampak bosan dan kelelahan.

Ditengah perbincangan mereka, Umar ibn Abdullah ibn Rabi’ah juga menghadap Ibnu Abbas. Umar adalah salah seorang penyair muda yang berbakat. Umar mengucap salam dan ikut bergabung bersama mereka. Begitu Umat tiba, tuan rumah berkata, “Maukah kamu mendendangkan sebagian syair karyamu?”

Segera Umar mendendangkan syairnya dengan senang hati:
            “Apakah engkau meninggalkan keluarga Nu’m di pagi hari
            Ataukah engkau tinggalkan mereka di sore hari?
            Keinginan diri yang tidak dapat diraih
            Adalah diamafkan dan dimaklumi
            Jika itu yang terjadi, maka menjadi penghalang janji
            Manusia kadang-kadang berubah
            Matahari menjauh jika melihat lelaki
            Dan di sore hari lelaki itu akan datang”

Umar terus membaca syair karyanya sampai berjumlah delapan puluh bait. Setelah Umar selesai membacakan syairnya, Ibnu Al-Azraq berkata, “Ibnu Abbas, kami menempuh perjalanan jauh dengan menaiki unta demi menanyakan masalah agama kepada Anda, namun Anda malah berpaling dan mendengar syair bodoh anak muda Quraisy ini?”

Ibnu Abbas pun menjawab, “Demi Allah, aku tidak mendengar syair bodoh.”

“Matahari menjauh jika melihat lelaki. Dan di sore hari lelaki itu akan merugi,” Ibnu A-Azraq mengulangi dua bait syair karya Umar.

Mendengarnya, Ibnu Abbas pun berkata, “Tidak demikian syairnya, yang benar adalah demikian:
            Matahari menjauh melihat lelaki
            Dan di sore hari lelaki itu akan tertahan.”

Berkata Ibnu Al-Azraq, “Apakah Anda hafal syair yang diucapkan Umar ini?”

“Demi Allah, aku baru mendengarnya kali ini, jika kamu ingin aku akan membacakan semua syairnya kepadamu.”

“Baiklah, bacakan syair itu kepadaku,” jawab Ibnu Al-Azraq.

Maka Ibnu Abbas mengulangi syair-syair yang diucapkan oleh Umar sepenuhnya. Setelah usai, Ibnu Al-Azraq berkata, “Aku belum pernah melihat orang yang lebih cerdas daripada Anda.”

“Aku belum pernah melihat orang yang lebih cerdas daripada Umar dan lebih kuat daya ingatannya daripada Ali,” jawab Ibnu Abbas.



--------------------- Bacaan Bermakna