Karena tergoda akan godaan iblis, Adam dan Hawa diturunkan ke bumi dengan posisi yang terpisah jauh. Adam diturunkan di daerah pengunungan tertinggi di Asia dan Hawa diturunkan di Jeddah. Sepi dan rindu. Inilah yang dialami Adam dan Hawa dalam kurun waktu yang cukup lama. Namun akhirnya mereka dipertemukan oleh Allah di suatu tempat di bumi yang bernama Jabal Rahmah, Arafah.
Setelah bertemu dengan isterinya Hawa di Jabal Rahmah ini, Adam mengajak
isterinya membina keluarga. Adam adalah seorang yang sangat beradab dan
memiliki ilmu yang tinggi. Tinggi tubuhnya mencapai 60 hasta (sekitar 27
meter). Keluarga Nabi Adam dan Hawa melahirkan 20 pasang kembar putra-putri. Empat
diantaranya yang paling sering disebut adalah Qabil dan Iqlima, Habil dan
Labuda. Saat keempat anaknya ini tumbuh dewasa, Adam mendapat petunjuk dari
Allah SWT untuk menikahkan anak-anaknya ini secara bersilangan, yaitu Qabil
dengan Labuda dan Habil dengan Iqlima. Namun Qabil menolak karena Iqlima lebih
rupawan dibanding Labuda. Pada akhirnya, akan terjadi pembunuhan diantara
mereka (akan dikisahkan lebih lanjut di Kisah Nabi Adam (Bagian 3):Pembunuhan Pertama di Bumi)
Nabi Adam as diperkirakan hidup selama 930 tahun setelah
penciptaan (sekitar 3760 – 2830 SM). Di akhir hidupnya Nabi Adam merindukan
untuk memakan buah surga dan memerintahkan anak-anaknya mencarinya. Dalam
perjalanan mencari buah surga, anak-anak adam bertemu sejumlah malaikat yang
membawa kain kafan, sekop dan cangkul.
Para malaikat bertanya, “Wahai anak-anak Adam, apa yang kalian
cari? Atau apa yang kalian mau? Dan ke mana kalian pergi?”
“Bapak kami sakit, dia ingin makan buah dari surga.”
“Pulanglah, karena ketetapan untuk bapak kalian telah tiba.”
Lalu para malaikat datang kepada Nabi adam dan mencabut nyawanya
sesuai yang diperntahkan oleh Allah SWT (lebih lengkap tentang wafatnya Nabi
Adam di Kisah Nabi Adam (Bagian 4): Nabi Syist dan Wafatnya Nabi Adam).
--------------------- Bacaan Bermakna