28 April 2014

Kisah Nabi Adam (Bagian 2): Keluarga Pertama di Bumi

Karena tergoda akan godaan iblis, Adam dan Hawa diturunkan ke bumi dengan posisi yang terpisah jauh. Adam diturunkan di daerah pengunungan tertinggi di Asia dan Hawa diturunkan di Jeddah. Sepi dan rindu. Inilah yang dialami Adam dan Hawa dalam kurun waktu yang cukup lama. Namun akhirnya mereka dipertemukan oleh Allah di suatu tempat di bumi yang bernama Jabal Rahmah, Arafah.

Setelah bertemu dengan isterinya Hawa di Jabal Rahmah ini, Adam mengajak isterinya membina keluarga. Adam adalah seorang yang sangat beradab dan memiliki ilmu yang tinggi. Tinggi tubuhnya mencapai 60 hasta (sekitar 27 meter). Keluarga Nabi Adam dan Hawa melahirkan 20 pasang kembar putra-putri. Empat diantaranya yang paling sering disebut adalah Qabil dan Iqlima, Habil dan Labuda. Saat keempat anaknya ini tumbuh dewasa, Adam mendapat petunjuk dari Allah SWT untuk menikahkan anak-anaknya ini secara bersilangan, yaitu Qabil dengan Labuda dan Habil dengan Iqlima. Namun Qabil menolak karena Iqlima lebih rupawan dibanding Labuda. Pada akhirnya, akan terjadi pembunuhan diantara mereka (akan dikisahkan lebih lanjut di Kisah Nabi Adam (Bagian 3):Pembunuhan Pertama di Bumi)
Nabi Adam as diperkirakan hidup selama 930 tahun setelah penciptaan (sekitar 3760 – 2830 SM). Di akhir hidupnya Nabi Adam merindukan untuk memakan buah surga dan memerintahkan anak-anaknya mencarinya. Dalam perjalanan mencari buah surga, anak-anak adam bertemu sejumlah malaikat yang membawa kain kafan, sekop dan cangkul. 

Para malaikat bertanya, “Wahai anak-anak Adam, apa yang kalian cari? Atau apa yang kalian mau? Dan ke mana kalian pergi?”
“Bapak kami sakit, dia ingin makan buah dari surga.”
“Pulanglah, karena ketetapan untuk bapak kalian telah tiba.”
Lalu para malaikat datang kepada Nabi adam dan mencabut nyawanya sesuai yang diperntahkan oleh Allah SWT (lebih lengkap tentang wafatnya Nabi Adam di Kisah Nabi Adam (Bagian 4): Nabi Syist dan Wafatnya Nabi Adam).



--------------------- Bacaan Bermakna