27 April 2014

Kisah Nabi Adam (Bagian 1): Penciptaan Adam dan Hawa

Setelah Allah SWT menciptakan  bumi dan seluruh isinya, serta malaikat-malaikatnya yang berupa makhluk halus untuk beribadah, maka tibalah kehendak Allah SWT untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan memelihara bumi serta menikmati tumbuh-tumbuhannya. Ketika para malaikat mengetahui kehendak Allah tersebut, mereka khawatir jikalau makhluk baru itu akan lalai dalam ibadah dan menjalankan tugasnya.

Para malaikat berkata, "Wahai Tuhan kami! Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami, padahal kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya, sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu, niscaya akan bertengkar satu dengan lain, akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya, sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."


Allah berfirman, menghilangkan kekhawatiran para malaikat itu, "Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku. Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya, bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah, karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya."

Kemudian Allah SWT menciptakan Adam dari segumpal tanah liat kering dan lumpur hitam. Kemudian ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna. Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah untuk bersujud menghormati Adam. Iblis merasa dirinya lebih mulia dari Adam karena ia diciptakan dari unsur api, sedang Adam dari tanah dan lumpur. Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud dan menghormati Adam.

"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"

"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia. Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur."

Karena kesombongannya, Allah menghukum Iblis dengan mengusirnya dari surga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat. Tidak hanya itu, Allah juga meberikan kutukan dan laknat yang akan melekat pada iblis hingga hari kiamat, dan juga akan memasukkannya ke dalam neraka.

Iblis, dengan sombongnya, menerima dengan baik hukuman Allah tersebut. Namun, ia memohon agar diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kiamat. Allah mengabulkan permohonannya. Iblis tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu, bahkan sebaliknya, ia mengancam akan menyesatkan Adam sebagai sebab terusirnya dia dari surga. Tidak hanya itu, dia juga akan mendatangi anak-anak keturunannya memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat.

Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu, "Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah."

Adam diberi tempat oleh Allah di surga dan diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya. Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.

Para malaikat bertanya pada Adam, "Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"

"Seorang perempuan."
"Siapa namanya?"
"Hawa"
"Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?"
"Untuk mendampingiku, memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."

Allah berpesan kepada Adam, "Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga, rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya, rasakanlah dan makanlah buah-buahan yang lezat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu. Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar, dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya. Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim. Ketahuilah bahwa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu, ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari surga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmati ini."

Sesuai dengan ancamannya, Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa. Iblis datang pada mereka dengan berpura-pura sebagai kawan yang ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka. Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa. Iblis menyarankan mereka untuk  memakan buah-buah yang sebenarnya dilarang untuk dimakan. Iblis membisikkan pada mereka bahwa alasan dilarangnya memakan buah itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal. Bujukan yang berulang-ulang itu berhasil mempengaruhi mereka, dan pada akhirnya mereka memakan buah itu, yang berarti mereka melanggar larangan Allah.

Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."

Adam dan Hawa sadar bahwa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahwa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar. Seraya menyesal berkatalah mereka, "Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis. Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami."

Karena kesalahan tersebutlah, Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke bumi dengan posisi yang berjauhan.


Kisah Adam dan Hawa insyaAllah akan berlanjut di Kisah Nabi Adam (Bagian 2): Keluarga Pertama di Bumi.


--------------------- Bacaan Bermakna