Setelah Allah SWT menciptakan bumi dan seluruh isinya, serta malaikat-malaikatnya yang berupa makhluk halus untuk beribadah, maka tibalah kehendak Allah SWT untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan memelihara bumi serta menikmati tumbuh-tumbuhannya. Ketika para malaikat mengetahui kehendak Allah tersebut, mereka khawatir jikalau makhluk baru itu akan lalai dalam ibadah dan menjalankan tugasnya.
Allah berfirman, menghilangkan kekhawatiran
para malaikat itu, "Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku
sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku. Bila Aku
telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya, bersujudlah kamu di hadapan
makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah, karena
Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya."
Kemudian Allah SWT menciptakan Adam
dari segumpal tanah liat kering dan lumpur hitam. Kemudian ditiupkanlah roh
ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna.
Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah untuk bersujud menghormati
Adam. Iblis merasa dirinya lebih mulia dari Adam karena ia diciptakan dari
unsur api, sedang Adam dari tanah dan lumpur. Kebanggaannya dengan asal usulnya
menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud dan menghormati Adam.
"Apakah yang mencegahmu sujud
menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"
"Aku adalah lebih mulia dan
lebih unggul dari dia. Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari
lumpur."
Karena kesombongannya, Allah
menghukum Iblis dengan mengusirnya dari surga dan mengeluarkannya dari barisan
malaikat. Tidak hanya itu, Allah juga meberikan kutukan dan laknat yang akan
melekat pada iblis hingga hari kiamat, dan juga akan memasukkannya ke dalam
neraka.
Iblis, dengan sombongnya, menerima
dengan baik hukuman Allah tersebut. Namun, ia memohon agar diberi kesempatan
untuk hidup kekal hingga hari kiamat. Allah mengabulkan permohonannya. Iblis tidak
berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu, bahkan sebaliknya, ia
mengancam akan menyesatkan Adam sebagai sebab terusirnya dia dari surga. Tidak hanya
itu, dia juga akan mendatangi anak-anak keturunannya memujuk mereka
meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat.
Kemudian Allah berfirman kepada
Iblis yang terkutuk itu, "Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang
semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak
akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan
sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh
rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan
memfitnah."
Adam diberi tempat oleh Allah di surga
dan diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya. Hawa
diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri
diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa sudah berada
di sampingnya.
Para malaikat bertanya pada Adam, "Wahai
Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"
"Seorang perempuan."
"Siapa namanya?"
"Hawa"
"Untuk apa Tuhan menciptakan
makhluk ini?"
"Untuk mendampingiku, memberi
kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak
Allah."
Allah berpesan kepada Adam, "Tinggallah
engkau bersama isterimu di syurga, rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah
didalamnya, rasakanlah dan makanlah buah-buahan yang lezat yang terdapat di
dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu. Kamu tidak akan mengalami atau
merasa lapar, dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya. Akan tetapi
Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu
celaka dan termasuk orang-orang yang zalim. Ketahuilah bahwa Iblis itu adalah
musuhmu dan musuh isterimu, ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu
keluar dari surga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmati
ini."
Sesuai dengan ancamannya, Iblis
mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa. Iblis datang
pada mereka dengan berpura-pura sebagai kawan yang ingin memberi nasihat dan
petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka. Segala cara dan
kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan
Hawa. Iblis menyarankan mereka untuk memakan buah-buah yang sebenarnya dilarang
untuk dimakan. Iblis membisikkan pada mereka bahwa alasan dilarangnya memakan
buah itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi
malaikat dan akan hidup kekal. Bujukan yang berulang-ulang itu berhasil
mempengaruhi mereka, dan pada akhirnya mereka memakan buah itu, yang berarti
mereka melanggar larangan Allah.
Allah mencela perbuatan mereka itu
dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon
itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa
syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."
Adam dan Hawa sadar bahwa mereka
telah terlanggar perintah Allah dan bahwa mereka telah melakukan suatu
kesalahan dan dosa besar. Seraya menyesal berkatalah mereka, "Wahai Tuhan
kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu
karena terkena bujukan Iblis. Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan
tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi
kami."
Karena kesalahan tersebutlah, Adam
dan Hawa dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke bumi dengan posisi yang
berjauhan.
Kisah Adam dan Hawa insyaAllah akan berlanjut
di Kisah Nabi Adam (Bagian 2): Keluarga Pertama di Bumi.
--------------------- Bacaan Bermakna