11 April 2014

Kisah Abu Hurairah dengan Setan Pencuri Zakat

Diriwayatkan, Abu Hurairah ditugaskan oleh Nabi untuk mengawazi zakat bulan Ramadhan. “Suatu hari, aku ditugaskan oleh Nabi untuk mengawasi harta zakat bulan Ramadhan. Tiba-tiba ada seseorang datang, lalu mengambil sebagian dari zakat itu. Aku menagkap orang itu dan berkata kepadanya, ‘Aku pasti akan melaporkanmu kepada Nabi saw.’”


“Aku orang miskin dan memiliki keluarga, aku sangat membutuhkan ini,” jawab orang itu.

Karena iba, Abu Hurairah melepaskannya. Pagi harinya, Nabi berkata, “Abu Hurairah, apa yang diperbuat tawananmu semalam?”

“Wahai Nabi, dia mengadukan kemelaratannya dan keluarganya, sehingga aku kasihan padanya.”

“Ingat, sesungguhnya dia berbohong kepadamu dan akan kembali.”

Abu Hurairah yakin kalau orang itu akan kembali lagi karena perkataan Nabi. Dan benar, orang itu datang kembali. Dia mengambil sebagian makanan. Abu Hurairah berkata padanya, “Aku pasti melaporkanmu kepada Nabi saw.”

“Biarkan aku, karena aku membutuhkan dan aku memiliki keluarga, aku tidak akan kembali lagi.” Mendengar ucapan itu, Abu Hurairah merasa kasian dan kembali melepaskannya.

“Hai Abu Hurairah, apa yang diperbuat tawananmu semalam?”

“Wahai Nabi, dia mengadukan kesulitan yang menimpa keluarganya, karena itu aku kasihan padanya dan melepaskannya.”

“Sesugguhnya dia berdusta kepadamu dan dia akan kembali.”

Untuk ketiga kalinya, orang itu datang kembali dan langsung mengambil sebagian makanan. Maka Abu Hurairah menangkapnya dan berkata, “Pasti aku laporkan kamu kepada Nabi, ini akhir dari tiga kali. Kamu mengatakan tidak akan mengulangi, tapi ternyata kamu mengulangi.” Lelaki itu berkata, “Lepaskan aku, sebab aku akan mengajarkan beberapa kalimat yang berguna kepadamu.”

“Apakah itu?”

“Apabila kamu menuju pembaringanmu, bacalah Ayat Kursi, sebab kamu akan selalu dalam perlindungan dan pemeliharaan Allah, setan tidak akan mendekatimu sampai pagi tiba.”

Dan Abu Hurairah melepaskannya lagi.

Ketika pagi tiba, Nabi kembali bertanya, “Apa yang diperbuat oleh tawananmu semalam?”

“Wahai Nabi, ia mengajarkanku sebuah kalimat yang akan berguna kepadaku, maka aku melepaskannya.”

“Apa kalimat itu?” tanya Nabi.

“Dia berkata kepadaku, ‘Apabila kamu menuju pembaringanmu, bacalah Ayat Kursi, sebab kamu akan selalu dalam perlindungan dan pemeliharaan Allah, setan tidak akan mendekatimu sampai pagi tiba.’”

Nabi bersabda, “Ingat, sesungguhnya dia berkata jujur kepadamu, padahal dia sangat pendusta. Kamu tau siapa yang kamu ajak bicara selama tiga hari tiga, hai Abu Hurairah?”

“Tidak, wahai Rasul.”

Nabi berkata, “Dia adalah setan.”

(HR Bukhari)

Wallahu a’lam.


--------------------- Bacaan Bermakna