Alkisah, seorang yang dikenal dermawan marah. Dermawan itu terbiasa menugaskan anaknya untuk mendaftar nama orang yang akan diberi santunan. Tanggap akan kemarahan sang ayah, puteranya menghapus nama orang yang menjadi sasaran amarah ayahnya dari dalam daftar yang ia pegang.
Melihat hal itu, sang ayah yang dermawan bertanya, “Mengapa nama si fulan tidak masuk daftar?”
“Bukankah ayah marah padanya?” jawab si anak mencoba menerangkan.
Bukannya mengiyakan, si ayah malah menjawab, “Anakku, amarahku tidak menghalangi pada siapa aku memberi. Aku tidak melibatkan amarah dalam hal pemberian.”
Melihat hal itu, sang ayah yang dermawan bertanya, “Mengapa nama si fulan tidak masuk daftar?”
“Bukankah ayah marah padanya?” jawab si anak mencoba menerangkan.
Bukannya mengiyakan, si ayah malah menjawab, “Anakku, amarahku tidak menghalangi pada siapa aku memberi. Aku tidak melibatkan amarah dalam hal pemberian.”
--------------------- Bacaan Bermakna