Menurut istilah hukum Islam, ghanimah adalah harta yang diambil dari musuh Islam dalam peperangan. Harta tersebut dapat berupa harta tidak bergerak, harta bergerak, dan tawanan perang. Kebiasaan ini telah dikenal sejak zaman sebelum Islam. Hasil peperangan dibagi-bagikan kepada pasukan yang ikut berperang. Pemimpin memperoleh bagian terbesar.
Setelah datangnya Islam, ghanimah tetap berlanjut. Akan tetapi pembagiannya diatur secara jelas tanpa harus ada yang diistimewakan.
Hukum sahnya mengambil ghanimah dari musuh yag dikalahkan dapat dilihat dalam Surah al-Anfal ayat 41 dan 69. Hal itu juga dikemukakan Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdillah. Hadis tersebut mempunyai arti, “Allah memberi saya lima hal yang nabi-nabi sebelumnya tidak mendapatkannya, dijadikan bagiku bumi ini sebagai tempat sujud dan suci, di mana saja seseorang dari umatku dipanggil shalat, sha;atlah, dan dihalalkan bagiku ghanimah, sementara bagi umat sebelumku tidak dihalalkan, … ”
Ghanimah pertama bagi umat Islam ialah ghanimah perang badar. Dalam perang tersebut, umat Islam meraih kemenangan besar. Pada masa khalifah Umar bin Khattab, harta yang boleh diambil adalah harta bergerak saja. Hal itu sesuai dengan ‘Urf (kabiasaan). Dalam suratnya kepada Sa’ad bin Abi Waqqas (panglima perang dari ketika menaklukkan Irak), ia mengatakan, “Kalau seluruh harta dan kekayaan mereka (bergerak dan tidak bergerak) diambil, lalu dengan apa mereka hidup?”
Setelah datangnya Islam, ghanimah tetap berlanjut. Akan tetapi pembagiannya diatur secara jelas tanpa harus ada yang diistimewakan.
Hukum sahnya mengambil ghanimah dari musuh yag dikalahkan dapat dilihat dalam Surah al-Anfal ayat 41 dan 69. Hal itu juga dikemukakan Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdillah. Hadis tersebut mempunyai arti, “Allah memberi saya lima hal yang nabi-nabi sebelumnya tidak mendapatkannya, dijadikan bagiku bumi ini sebagai tempat sujud dan suci, di mana saja seseorang dari umatku dipanggil shalat, sha;atlah, dan dihalalkan bagiku ghanimah, sementara bagi umat sebelumku tidak dihalalkan, … ”
Ghanimah pertama bagi umat Islam ialah ghanimah perang badar. Dalam perang tersebut, umat Islam meraih kemenangan besar. Pada masa khalifah Umar bin Khattab, harta yang boleh diambil adalah harta bergerak saja. Hal itu sesuai dengan ‘Urf (kabiasaan). Dalam suratnya kepada Sa’ad bin Abi Waqqas (panglima perang dari ketika menaklukkan Irak), ia mengatakan, “Kalau seluruh harta dan kekayaan mereka (bergerak dan tidak bergerak) diambil, lalu dengan apa mereka hidup?”
--------------------- Bacaan Bermakna