09 Maret 2015

Kisah Seorang Pelacur yang Merelakan Nyawanya untuk Seekor Anjing (Bagian 2)

Ketika menemukan sumur, dia pun langsung menengok air di dalamnya. Namun, wanita itu tak melihat apapun. Hanya ada sekilas air yang memantul di permukaan sumur yang tentunya sangat sulit untuk dijangkau. Dengan muka kecewa, dia kembali terduduk. Ia pun mendapatkan ide untuk mengikat perutnya, dan melepas sebelah sepatunya. Sepatu yang dilepas itu digunakannya untuk mengais air sebisanya.



Setelah berusaha cukup keras, akhirnya wanita itu berhasil mendapatkan secuil air yang ia inginkan. Ia pun mengangkat sepatunya dengan sangat hait-hati, khawatir jikalau air itu tumpah kembali ke sumur. Setelah berhasil dan hendak meminumnya, ia merasakan bajunya ditarik dari belakang. 

Ternyata, seekor anjinglah yang menarik-narik bajunya. Tak berbeda jauh dengan wanita itu, si anjing juga merasa haus. Anjing itu terus menjulurkan lidahnya ke sumur, berharap meneguk beberapa tetes air. Wanita pelacur pun tertegun melihat anjing yang sangat kehausan itu, namun tenggorokannya sendiri juga serasa terbakar karena dahaga yang teramat sangat. Sesaat sebelum wanita itu berniat unutk meneguk air yang didapatkannya, si anjing kembali mengibas-ngibaskan ekornya sambil merintih.

Merasa kasian pada anjing itu, si wanita mengurungkan nitanya untuk meneguk air yang cuma beberapa teguk. Sepatu berisi air pun di letakkannya di depan anjing yang sedang kehausan. Seketika itu, si wanita pelacur itu terjatuh lunglai. Dia meninggal, karena hehausan.

Sepeninggal wanita itu, malaikat Ridwan ingin membawanya ke surga. Sementara, malaikat Malik merasa bahwa dia semestinya berada di neraka.
"Ya Allah, sudah semestinya pelacur itu mendapat siksaan di neraka, karena sepanjang hidupnya menentang larangan Mu. " kata Malik.
"Tidak! Ya Allah, bukankah hambaMu si pelacur itu termasuk seorang wanita yang ikhlas melepaskan nyawanya daripada melepaskan nyawa Anjing yang kehausan, sementara ia sendiri melepaskan kehausan yang amat sangat?"

Kemudain, Allah lalu berfirman, yang sekiranya berbunyi, " Kau benar, wahai Ridwan, wanita itu telah menebus dosa-dosanya dengan mengorbankan nyawanya demi makhlukKu yang lain. Bawalah ia ke syurga, Aku meridhoinya."


Karena sifat murah hatinya kepada seekor binatang, seorang wanita yang selama hidupnya melacurkan diri akhirnya masuk syurga. Kisah ini hendaknya menjadi teladan bagi kita semua agar jangan pernah putus asa dalam mengharap kasih sayang dan ampunan Allah SWT.


Bagian Sebelumnya || Bagian Selanjutnya

--------------------- Bacaan Bermakna