Kemuliaan bulan Ramadhan juga karena adanya malam Lailatul
Qadar. Pada malam itu, segala dosa umat manusia diampuni dan segala amal
perbuatan kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Di bulan Ramadlan pulalah
al-Qur’an pertama kali di turunkan.
Al-Qur’an adalah mukjizat nabi Muhammad saw yang paling
agung bila dibandingkan dengan Mukjizat-mukjizat yang lain. Sampai saat ini,
bahkan sampai hari kiamat nanti, keaslian al-Qur’an masih akan tetap terjaga. Tidak
akan ada satu makhluk pun di dunia ini yang dapat merubah ayat-ayat al-Qur’an
apalagi menyaingi keindahan kalam-kalamnya. Bahkan, seorang orientalis Barat bernama
H.A.R Gibb pernah berkata, “Tidak ada seorang pun dalam seribu lima ratus tahun
ini yang telah memainkan alat bernada nyaring yang sedemikian nyaring dan indah
serta sedemikian luas getaran jiwa yang diakibatkannya, seperti yang di baca
Muhammad (al-Qur’an).”
Sejak pertama kali diturunkannya, al-Qur’an telah mampu
merubah arah dan paradigma peradaban ummat manusia. Hal ini merupakan salah
satu pengaruh ajaran dan ilmu pengetahuan yang terkandung dalam al-Qur’an.
Empat belas abad silam, al-Qur’an dirutunkan, yaitu pada
malam Lailatul Qadar tanggal 17 Ramadhan tepatnya saat beliau Nabi Muhammad Saw
berusia 40 tahun. Tidak seperti kitab-kitab sebelumnya yang diturunkan hanya
satu kali langsung selesai, al-Qur’an diturunkan dengan cara berangsur-angsur
atau sedikit demi sedikit (bertahap) sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan
yang terjadi saat itu.
Nuzulul Qur’an (turunnya Al-Qur’an) membutuhkan waktu yang
cukup lama yaitu selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Nuzulul Qur’an yang
berangsur-angsur ini bertujuan untuk menguatkan rasa cinta hati nabi Muhammad
dan para sahabat nabi agar selalu merasa senang setiap kali turunnya ayat
al-Qur’an. Disamping itu, para sahabat juga lebih mudah menghafalkan ayat demi
ayatnya.
Al-Qur’an diturunkan oleh Allah swt sebanyak 30 juz, 114
surah, 6.236 ayat. Isi kandungannya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagian menjelaskan
tentang sifat wajib Allah, sebagian yang lain menjelaskan tentang hukum-hukum
syariat Islam dan sebagian diantaranya menceritakan tentang kejadian dan
perilaku umat Nabi terdahulu baik umat yang beriman kepada Allah ataupun umat
yang inkar kepada-Nya.
Untuk itu, dengan datangnya momentum bulan Ramadlan ini mari
kita sama-sama untuk membudayakan membaca dan menelaah Al-Qur’an lebih dalam
lagi.
--------------------- Bacaan Bermakna