27 Juni 2014

Tiga Persitiwa Terbesar di Bulan Ramadhan (3): Turunnya Kitab Suci Al-Qur'an (Nuzulul Qur'an)

Kemuliaan bulan Ramadhan juga karena adanya malam Lailatul Qadar. Pada malam itu, segala dosa umat manusia diampuni dan segala amal perbuatan kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Di bulan Ramadlan pulalah al-Qur’an pertama kali di turunkan.



Al-Qur’an adalah mukjizat nabi Muhammad saw yang paling agung bila dibandingkan dengan Mukjizat-mukjizat yang lain. Sampai saat ini, bahkan sampai hari kiamat nanti, keaslian al-Qur’an masih akan tetap terjaga. Tidak akan ada satu makhluk pun di dunia ini yang dapat merubah ayat-ayat al-Qur’an apalagi menyaingi keindahan kalam-kalamnya. Bahkan, seorang orientalis Barat bernama H.A.R Gibb pernah berkata, “Tidak ada seorang pun dalam seribu lima ratus tahun ini yang telah memainkan alat bernada nyaring yang sedemikian nyaring dan indah serta sedemikian luas getaran jiwa yang diakibatkannya, seperti yang di baca Muhammad (al-Qur’an).”

Sejak pertama kali diturunkannya, al-Qur’an telah mampu merubah arah dan paradigma peradaban ummat manusia. Hal ini merupakan salah satu pengaruh ajaran dan ilmu pengetahuan yang terkandung dalam al-Qur’an.

Empat belas abad silam, al-Qur’an dirutunkan, yaitu pada malam Lailatul Qadar tanggal 17 Ramadhan tepatnya saat beliau Nabi Muhammad Saw berusia 40 tahun. Tidak seperti kitab-kitab sebelumnya yang diturunkan hanya satu kali langsung selesai, al-Qur’an diturunkan dengan cara berangsur-angsur atau sedikit demi sedikit (bertahap) sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang terjadi saat itu.

Nuzulul Qur’an (turunnya Al-Qur’an) membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Nuzulul Qur’an yang berangsur-angsur ini bertujuan untuk menguatkan rasa cinta hati nabi Muhammad dan para sahabat nabi agar selalu merasa senang setiap kali turunnya ayat al-Qur’an. Disamping itu, para sahabat juga lebih mudah menghafalkan ayat demi ayatnya.

Al-Qur’an diturunkan oleh Allah swt sebanyak 30 juz, 114 surah, 6.236 ayat. Isi kandungannya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagian menjelaskan tentang sifat wajib Allah, sebagian yang lain menjelaskan tentang hukum-hukum syariat Islam dan sebagian diantaranya menceritakan tentang kejadian dan perilaku umat Nabi terdahulu baik umat yang beriman kepada Allah ataupun umat yang inkar kepada-Nya.

Untuk itu, dengan datangnya momentum bulan Ramadlan ini mari kita sama-sama untuk membudayakan membaca dan menelaah Al-Qur’an lebih dalam lagi.


--------------------- Bacaan Bermakna