Sebuah riwayat mengisahkan perjalanan hijrah rasulullah SAW bersama Abu Bakar as-Siddiq. Dalam kisah ini digambarkan begaimana besar kecintaan Abu Bakar terhadap Rasulullah SAW. Ia rela menjadikan dirinya sebagai tameng terhadap bahaya yang mengancam Rasulullah SAW.
Dalam perjalanan hijrah, Rasulullah SAW dan Abu Bakar as-Siddiq bersembunyi diGua Sur. Ketika sampai di mulut Gua, Abu Bakar as-Sidiq berkata, “Demi Allah! Janganlah engkau masuk ke dalam sebelum aku masuk terlebih dahulu. Jika ada sesuatu yang tidak baik, biar aku yang terkena. Aku tidak mau hal itu mengenai engkau.” Abu Bakar as-Siddiq kemudian masuk ke dalam gua dengan menyisihkan kotoran yang menghalanginya.
Tiba-tiba, ia melihat sebuah lubang. Kemudian, Abu Bakar as-Siddiq merobek mantelnya menjadi dua bagian. Dia ikatkan yang satu di kakinya dan satunya lagi dia sumbatkan ke bagian tanah yang berlubang tersebut.
Setelah itu, Abu Bakar as-Siddiq berkata, “Masuklah!” Rasulullah SAW pun masuk dan mengambil tempat di sebelahnya. Beliau lalu merebahkan diri dan meletakkan kepalanya di pangkuan Abu Bakar as-Siddiq. Tidak berapa lama kemudia, Rasulullah pun tertidur.
Tiba-tiba Abu Bakar as-Siddiq disengat hewan dari lubang yang sudah disumbat tadi. Mungkin karena sumbat itu terlalu kecil, masih ada hewan yang dapat keluar dari lubang tersebut. Akibatnya, Abu Bakar as-Siddiq merasa sakit.
Akan tetapi, Abu Bakar as-Siddiq tidak berani bergerak karena takut akan mengganggu tidur Rasulullah SAW. Air matanya menetes ke wajah Rasulullah SAW, akibatnya Rasulullah terjaga. Beliau terkejut melihat Abu Bakar menangis. “Apa yang terjadi denganmu wahai Abu Bakat?” tanya Rasulullah SAW.
Abu Bakar as-Siddiq menjawab, “Aku digigit binatang dari lubang itu,” Kemudian Rasulullah SAW meludahi bagian yang digigit sehingga hilang rasa sakitnya. Rasulullah pun merasa terharu atas pengorbanan Abu Bakar as-Siddiq itu.
Dalam perjalanan hijrah, Rasulullah SAW dan Abu Bakar as-Siddiq bersembunyi diGua Sur. Ketika sampai di mulut Gua, Abu Bakar as-Sidiq berkata, “Demi Allah! Janganlah engkau masuk ke dalam sebelum aku masuk terlebih dahulu. Jika ada sesuatu yang tidak baik, biar aku yang terkena. Aku tidak mau hal itu mengenai engkau.” Abu Bakar as-Siddiq kemudian masuk ke dalam gua dengan menyisihkan kotoran yang menghalanginya.
Tiba-tiba, ia melihat sebuah lubang. Kemudian, Abu Bakar as-Siddiq merobek mantelnya menjadi dua bagian. Dia ikatkan yang satu di kakinya dan satunya lagi dia sumbatkan ke bagian tanah yang berlubang tersebut.
Setelah itu, Abu Bakar as-Siddiq berkata, “Masuklah!” Rasulullah SAW pun masuk dan mengambil tempat di sebelahnya. Beliau lalu merebahkan diri dan meletakkan kepalanya di pangkuan Abu Bakar as-Siddiq. Tidak berapa lama kemudia, Rasulullah pun tertidur.
Tiba-tiba Abu Bakar as-Siddiq disengat hewan dari lubang yang sudah disumbat tadi. Mungkin karena sumbat itu terlalu kecil, masih ada hewan yang dapat keluar dari lubang tersebut. Akibatnya, Abu Bakar as-Siddiq merasa sakit.
Akan tetapi, Abu Bakar as-Siddiq tidak berani bergerak karena takut akan mengganggu tidur Rasulullah SAW. Air matanya menetes ke wajah Rasulullah SAW, akibatnya Rasulullah terjaga. Beliau terkejut melihat Abu Bakar menangis. “Apa yang terjadi denganmu wahai Abu Bakat?” tanya Rasulullah SAW.
Abu Bakar as-Siddiq menjawab, “Aku digigit binatang dari lubang itu,” Kemudian Rasulullah SAW meludahi bagian yang digigit sehingga hilang rasa sakitnya. Rasulullah pun merasa terharu atas pengorbanan Abu Bakar as-Siddiq itu.
--------------------- Bacaan Bermakna