Suatu ketika, Nabi Muhammad bersama para sahabatnya melakukan pengepungan pada suku Yahudi di sekeliling benteng Kota Khaibar. Kemudian, datanglah seorang budak Habsyi pengembala kambing. Dia menemui Nabi karena penasaran dengan kenabian Muhammad yang menggegerkan seluruh penduduk di dalam benteng tersebut.
Baru sekali bertemu, budak belian itu terpesona dengan sosok sang Nabi. Budak tersebut meminta kepada nabi untuk menceritakan seluruh hal mengenai Islam.
Dengan senang hati, Nabi menuruti keinginannya. Beliau juga menerangkan tentang keberadaan surga dan neraka yang di persiapkan untuk balasan bagi umat manusia atas perbuatannya.
Dengan senang hati, Nabi menuruti keinginannya. Beliau juga menerangkan tentang keberadaan surga dan neraka yang di persiapkan untuk balasan bagi umat manusia atas perbuatannya.
Budak Yahudi semakin tertarik dan kemudian menanyakan
balasan dari Allah SWT kepada dirinya, jika dia bersaksi dan beriman kepada
Allah SWT.
"Surga, jika kamu meninggal dalam keadaan
beriman," jawab nabi.
Singkat cerita, budak tersebut masuk Islam di hadapan Nabi. Setelah
masuk Islam, kemudian budak itu bergabung bersama Muslimin lainnya dalam
barisan perang. Namun, si budak resah dengan hewan ternak majikannya.
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya kambing-kambing ini
adalah amanah buat saya, apa yang harus saya lakukan?" tanya si budak.
Rasulullah menyarankan untuk mengusapkan pasir, ke
wajah-wajah hewan ternaknya itu. Atas izin Allah SWT, sekumpulan kambing
tersebut berjalan sendiri menemui tuannya. Ketika majikannya yang beragama
Yahudi melihat kambing-kambingnya datang sendiri menemuinya, maka dia
mengetahui jika budaknya telah bergabung bersama tentara Muslimin.
Meski baru menjadi muallaf dan belum memiliki pengalaman bertempur,
semangat budak tersebut sama sekali
tidak surut untuk berdiri sejajar dengan sahabat Nabi dalam perang. Senjata
tajam digenggam erat sebagai wujud tingginya semangat untuk membela agama Islam
sampai titik darah penghabisan.
Pada saat itu, pasukan Muslimin berhadapan langsung dengan
tentara Yahudi pada perang Khaibar. Perang Khaibar terjadi pada Muharram tahun
7 Masehi. peperangan berjalan sengit, dengan gagah berani pasukan Muslimin
menggempur pertahanan pasukan Yahudi hingga Rasulullah mendapatkan kemenangan. Tidak
terhitung jatuhnya korban dalam peperangan tersebut. Ternyata si budak yang
gagah berani itu juga syahid dalam pertempuran tersebut.
Ketika Rasulullah mengetahui jasad budak tersebut, dia
bersabda "Sungguh Allah sudah membuat wajahmu menjadi baik, mengharumkan
tubuhmu dan memperbanyak hartamu. Dan sungguh aku lihat dua istrinya dari
kalangan bidadari surga menanggalkan jubahnya dan masuk ke dalam antara kulit
dan jubahnya,"
--------------------- Bacaan Bermakna