05 Mei 2014

10 Sahabat Ahli Surga (Bagian 4): Ali bin Abi Thalib

Ali bin Abi Thalib adalah sepupu dan sekaligus menantu Rasulullah saw. Beliau menikahi puteri keasayangan Rasul yaitu Fatimah. Sejak kecil, beliau sudah mengikuti Rasulullah dan hidup bersamanya hingga wafatnya. Beliau adalah orang yang pertama masuk Islam dari kalangan anak-anak. 

Dari pernikahannya dengan Fatimah, lahirlah Hasan, Husein dan Muhassin. Tetapi Muhassin wafat tatkala masih kecil.

Putera-Puteri yang lain diantaranya Muhammad bin Hanafiah yang dilahirkan oleh Khaulah binti Ja’far; Umar bin Ali dan saudirnya Ruqayyah al Kubro; Al Abbas al Akbar bin Ali; Usman, Ja’far, Abdullah dan Banu Ali dari Ummul Banin al Kilabiyah; Ubaidullah dan Abu Bakar yang dilahirkan oleh Laila binti Mas’ud anNahsyaliyyah; Yahya bin Ali yang lahir dari Asma’ binti Umais; Muhammad bin Ali alAshghar yang dilahirkan oleh seorang budak bernama Daraj; Ummul Hasan dan Ramlah dari Ummu Sa’d binti Urwah; Zaenab as Sughra, Ummu Kultsum as Sughra, Ruqayyah as Sughra, Ummu Hani’, Ummul Kiram, Umu Ja’far, Ummu Salamah, Maimunah, Khadijah, Fatimah, dan Umamah dari para ibu yang berbeda-beda.

Ali bin Abi Thalib merupakan khalifah keempat setelah Ustman. Beliau pandai dalam bersiasat pedang. Beliau juga terkenal dengan ilmu pengetahuannya yang tinggi. Rasulullah menyebutnya ‘Babul Ilmi’ (pintu ilmu). Ali hafal alquran dan tahu pasti dimana, dan dalam keadaan apakah setiap ayat Al Quran diturunkan. Ali mengemban kekhilafahan selama 4 tahun 7 bulan lebih beberapa hari. Ada beberapa pendapat berbeda mengenai hari. Ia mati terbunuh saat usianya 63 tahun. Pada saat itu disebut tahun Jama’ah, tahun 40 H.


Ali sangat dekat dengan Rasul. Bahkan suatu ketika Rasulullah pernah bersabda “Barangsiapa yang mencerca Ali Radialllahu Anhu, ia mencercaku“. Menjelang wafatnya, Rasulullah berdoa agar tidak dicabut nyawanya melainkan beliau telah melihat Ali. 


--------------------- Bacaan Bermakna