24 April 2014

Kesabaran Nabi Syuaib AS Menghadapi Kaumnya - Bagian Kedua

Nabi Syu’aib AS meneruskan misi dakwahnya. Beliau mengulangi nasihathnya sampai beberapa kali kepada kaumnya dengan cara yang baik. Beliau menghimbau kepada kaumnya untuk menegakkan timbangan dengan keadilan dan kebenaran dan mengingatkan mereka agar jangan merampas hak-hak orang lain, bukan hanya dalam jual beli saja, namun juga perbuatan lainnya. Beliau juga memerintahkan untuk menegakkan keadilan dan kejujuran. Itulah seruang agama tahuid dan akidah tauhid, kejujuran dan keadilan selalu ia suarakan.

Dengan cara seperti itu, Nabi Syuaib AS menjelaskan kepada kaumnya bahwa persoalan  yang mereka hadapi merupakan persoalan yang begitu penting dan sangat serius, bahkan sangat berat. Ia membertahu bahwa akibat yang bakal mereka terima jika mereka berbuat kerusakan. Namun kaumnya tetap bersikeras dengan apa yang diyakini mereka, seperti yang tercantum dalam ayat Al qur an di bawah ini :

Mereka berkata : “Hai Syu’aib, apakah agamamu yang menyuruh kamu agar kami meinggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau meralarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang-raong yang sangat penyantun lagi berakal” (Qs : 11 : 87)

Para penduduk Madyan bahkan biasa merampok dan menyembah pohon dengan dahan-dahan yang berputar di sekelilingnya. Mereka termasuk orang-orang yang menjalin hubungan sesama manusia dengan cara-cara yang sangat keji.

Seruan Nabi Syu’aib as ditentang keras oleh mereka. Mereka menatang Nabi Syuaib dengan berkata  :

“Cobalah engkau turunkan siksa itu sekarang juga kepada kami, jika memang engkau benar dalam kata-katamu itu”

Permintaan mereka langsung diberikan oleh Allah, dengan azab hawa yang panas terik membakar kulit dan gempa, sebagaimana diterangkan dalam Al Qur’an :

“Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka”. (QS : 7 : 91)

Itulah siksa dari Allah yang bisa langsung ditimpakan kepada mereka. Kemudian Nabi Syu’aib beserta orang-orang yang beriman hijrah ke wilayah lain yaitu Aikah. Aikah  ialah suatu dusun yang letakknya tidak jauh dari Madyan. Di dusun itu ternyata masyarakatnya tidak berbeda dengan masyarkat Madyan, mereka juga merupakan masyarakat yang membangkang dan mendurhakai Allah.

--------------------- Bacaan Bermakna