Khidir, ialah salah seorang hamba Allah yang shalih, yang kepadanya Allah SWT telah memberikan pengetahuan yang tidak diketahui oleh seorang manusia pun. Khidir pernah meminum air dari sebuah mata air yang bernama 'Mata Air Kehidupan' dan orang yang pernah meminum air dari mata air itu akan penjang umurnya.
Khidir bertahan hidup hingga masa Rasulullah SAW dan masuk Islam di tangan Rasulullah SAW (mengakui kerasulan Muhammad), sesudah itu barulah ia meninggal dunia.
Dahulu, Khidir bila duduk di atas permadani putih, maka berubah jadi hiaju lah semua yang ada di sekitarnya. Oleh karena itulah, ia dijuluki Khidhir (hijau), sedang nama aslinya ialah Balya bin Mulkan)
Khidir berkeliling dunia untuk melaksanakan perintah Allah SWT dan menyeru pada hamba agar beribadah menyembah Allah SWT. Di Majma'ul Bahrain di bawah batu besar, Khidir sedang berdoa pada Allah SWT dengan mengenakan jubah merah. Nabi Musa kemudian memberi salam kepadanya.
Khidir pun menjawab salam dan bertanya : "Siapa kamu?"
Nabi Musa menjawab : "Musa!"
Khidir berkata : "Musa nabi kaum bani Isra'il?"
Nabi Musa menjawab : "Ya, siapa nama (Anda), wahai hamba yang shalih?"
Khidir berkata : "Khidir, wahai Musa, apa yang membuatmu datang (ke sini)?"
Nabi Musa menjawab : "Aku akan mengikutimu agar engkau mengajariku ilmu yang telah Allah SWT ajarkan kepadamu."
Khidir berkata : "Wahai Musa, sesungguhnya aku menguasai pengetahuan yang telah Allah SWT ajarkan kepadaku, (namun) kamu tidak mengetahuinya, dan kamu pun menguasai pengetahuan yang Allah SWT ajarkan kepadamu, (namun) aku tidak mengetahuinya. Sesungguhnya kamu tidak akan sanggup bersabar atas apa yang akan kamu lihat, wahai Musa. Bagaimana mungkin kamu dapat bersabar atas ilmu yang tidak kamu ketahui sedikitpun tentangnya?"
Musa menjawab : "Insya Allah, engkau akan mendapatiku sebagai orang yang sabar. Dan aku tidak akan menentangmu dalam suatu urusan pun."
Khidir berkata : "Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan tentang suatu apa pun sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu."
Inilah syarat yang diterima oleh Nabi Musa. Ia pun berjalan bersama Khidir untuk melihat dan mendengar tanpa berbicara, sampai akhirnya Khidir berbicara dengannya dan menjelaskan rahasia pengetahuan itu.
Khidir, hamba Allah yang shalih, dan Musa, nabi Allah yang diutus, melanjutkan perjalanan itu. Alangkah berharganya sebuah pengetahuan itu, sehingga seorang nabi mau menjadi murid seorang hamba. Maka perjalanan yang penuh dengan keajaiban itu pun dimulai.
--------------------- Bacaan Bermakna